Tantangan Marketer Mengelola Tim SPG

Ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik dari teman saya, cak @kenyulian , kasusnya “Di sebuah pameran industri beberapa bulan lalu, saya sengaja bertanya kepada seorang SPG sebuah tempat wisata di Jakarta. Cantiknya luar biasa dg senyum menawan. Dia membagi brosur dan menebar senyum sana sini. Sepatah katapun ga keluar dari mulutnya. I expect knowing her effort in making sales. But nothing to happen. So..smile..smile…,trus apa gunanya company hire SPG ?….”

Case lain : kalo ada teman2 yg suka ke pameran otomotif, pasti notice lebih banyak pengunjung yang moto2 si SPG ketimbang mobil yg dipamerin …hihihi…iya kan ?

Fungsi dan tugas SPG makin hari makin luas dan kompleks, memang tergantung dari companynya, namun secara umum tugas dan Fungsi seorang Pramuniaga / SPG / BA adalah sbb :

– Stopping Power : inilah yang membuat kampiun otomotif dan industri rokok berani bayar mahal untuk SPG yang berparas wah, yup, as stopping power, to attract walk in ato walk around consumer

– sebagai Brand / Corporate Ambassador dengan merefleksikan image perusahaan dari sisi look and feel (fisik, seragam, cara berbicara)

– Brand Communicator : membentuk kepercayaan pelanggan terhadap performance perusahaan dan kualitas barang yang dijual.

– Relationship Builder : Memberikan konsultansi terhadap kebutuhan pelanggan dan membantu memilihkan barang yang sesuai dengan apa yg di inginkan konsumen

– Customer Service : Menjawab pertanyaan pelanggan dan melayani complain dari pelanggan dengan baik.

Untuk mengukur performance SPG secara transparan dan terukur, biasanya company memberikan KPI :

– produktivitas kerja ( jam kerja, coverage)
– Sales Target
– Share of Shelf
– Minimalisir Tingkat Shrinkage (angka kehilangan barang)
– Menjaga kebersihan Area Penjualan dan Merchandise

Tantangan mengelola SPG

Salah satu tantangan terbesar yang di hadapi company dalam mengelola SPG adalah tingkat turnover nya yang tinggi, angka turn over terbesar adalah di perusahaan out source. Umumnya si SPG sendiri hanya memandang pekerjaan SPG sebagai sambilan atau stepping stone sambil nunggu pekerjaan lain yang lebih secured.

Tantangan lain adalah bagaimana mencari SPG yg pas untuk produk dan image company yang di bawa. Kesalahan banyak company yg hire SPG outsource adalah gak bikin fit propoper test yg bener serta gak ngasih cukup training, so ini salah si company, bukan role SPG nya. Untuk ngasih proper training gak cuma one shot, tapi mesti lewat regular dan continuous training program.

20130603-083213.jpg

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Business, marketing and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s