Andai Saya (asisten) Gita Wirjawan

If 5 years ago people asked me who is Gita Wirjawan, well, my gesture will be shaking head, i have no idea who is Gita Wirjawan until 3 years ago. Saya pertama kali liat pak Gita di acaranya Leadership forum ASEAN ,Juli 2011 kalo gak salah inget. Waktu itu beliau masih chairman nya Indonesia Investment Advisory Board alias BKPM. Keren dan cerdas, adalah 2 kata yang pas untuk menggambarkan sosok Pak GW.

Gita Wirjawan, sama kayak saya, lahir di Jakarta, tanggal ultahnya pun beda 3 hari ama saya hihihi, beliau 21 September 1965 dan saya 24 September taon nya beda 10 taon. Nama lengkap beliau Gita Irawan Wirjawan, putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito (almarhum) dan Paula Warokka Wirjawan.

Om Gita menempuh pendidikan S-1 di University of Texas Amerika Serikat dan lanjut kuliah S-2 di Baylor University, pada 1989 major Business Administration.

Selepas kuliah, ia memulai keriernya dengan bekerja di Citibank, saya liat pak Gita memang hobi sekolah, Taon 1999, dia kuliah lagi, ngambil S-2 jurusan public administration di …this is wow..Harvard University dan lulus pada 2000 dan kemudian kerja di Goldman Sachs Singapura, salah satu worldclass investment dan financial company hingga taon 2004 trus loncat ke ST Telekomunikasi sampai 2006 juga di Singapura, seperti semua expat Indonesia di luar negeri, termasuk saya, om Gita juga menyimpan kerinduan untuk kembali ke tanah air dan memberi kontribusi kepada republik Indonesia, taon 2006 he decided to pack and return to Indonesia, join JP morgan Indonesia sebagai direktur utama.

Sebagai eksekutif puncak di financial company, pak Gita punya segudang info dan analisis tentang denyut nadi kesehatan keuangan dunia, saya yakin beliau udah tau duluan tanda tanda second financial crisis yang akan menimpa dunia. Konon, waktu itupak Gita juga udah usaha ngasih tahu beberapa ekonom dan pemerintah,

anyway, seeing financial crisis will come like a tsunami and in teh same time pak Gita mungkin juga udah liat kondisi makro Indonesia yang dirasakan cukup kuat to withstand against second world financial crisis setelah year 1998 ini, Pak Gita pun cabut dan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi Ancora Capital.

Dalam hal investasi, Gita meyakini bahwa pembangunan di Indonesia masih memerlukan bantuan keuangan dan foreign investment untuk men support pembangunan Indonesia.

Dii Ancora, pak Gita membuktikan kepiawaian dalam mengelola perusahaan dalam hitungan bulan, perusahaan ini mengambil alih sebagian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, perusahaan properti di Jakarta, dan sebuah perusahaan properti di Bali

tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Gita Wirjawan diangkat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu.

Guys, reading the above curriculum vitae, education background dan pengalaman beliau sangat mumpuni, he can be a damn good president !

Andai saya asisten pak Gita, there are so much things i can exploite dari beliau, mengkomunikasikan visi dan pemikiran beliau untuk Indonesia yang lebih baik.

The issue still lies on how to communicate his extra ordinary career and professional achievement to Indonesia society, not just to international audience, tapi juga ke seluruh lapisan masyarakat, dari level pebisnis bankir, ekonom, hingga tukang becak, dari CEO fortune 500 hingga pengusaha warteg. Ini memerlukan strategi dan media komunikasi yang beda2.

Dan jangan lupa segment anak anak muda, ini generasi yang mulai melek politik, highly exposed to news through mobile devices dan social media, estimated 20-30 juta pemilih ada di segment ini, the challenging part is, this segment is most likely juga swing voters. Kalo melihat hasil pilkada DKI dan US president election, it is strategic and a must do action to attract, gain mind and heart share dari para netizen ini.

The online space, is a great communication tool as it reaches audiences across geographies, demographic and social status, However, it comes with its challenges – information overload and a diminishing window to communicate with users. Today’s netizens only give you precious few seconds to share your messages, once they felt the messages don’t attract their interest or not showing the quality expected, they just left, unfol, delcon, whatever the term is.

Pak Gita, with your vast knowledge across a lot sectors from local business, investment, international business, education system sampe politic, you have tons of knowledge to share with us, btw, we don’t expect you to twit all the time too, hihihi bisa dikira gak kerja …but make every twit counts, make it a worth content to share, and make it a two way communication.

My comment on your current twitter acoount, sorry ya pak, contentnya lebih mirip isi twit ketua RT saya, garing dan content not worth utk di RT, if you’ not sure where start and how to set up a good social media communication content and strategy, feel free to contact my friends, socmed gurus here @nukman , @pitra ato om @bukik🙂

Cheers,

@Gmontadaro
Your number two fans

20130529-092504.jpg

20130529-092541.jpg

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Business, Opinion, politic, social media and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Andai Saya (asisten) Gita Wirjawan

  1. Bukik says:

    Buahahaha posting ini di mention ke bapaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s