Obama for (Indonesia) President

Tahun 2014 Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi terbesar pilpres Presiden. Walaupun pemilu tinggal setahun lagi, sampe sekarang saya belon melihat ada calon presiden yang pas di hati. Saya kok gak yakin kalo disuruh milih calon yang ada, baik calon di usung partai yang sudah lolos threshold maupun capres lebay macam Farhat.

Yang saya sayangkan, pak SBY sebagai presiden yang terpilih dengan suara yang sangat besar sekalipun masih saya anggap belum berhasil memenuhi ekspektasi, dari kasus korupsi yang makin merajalela hingga perlindungan minoritas yang makin gak keruan. Betul pertumbuhan ekonomi bagus, namun jangan lupa pertumbuhan ekonomi ini di drive oleh konsumsi masyrakat, bukan dari investasi atau belanja pemerintah.

Mari kita tengok calon2 yang akan maju ke pilpres 2014, seriously, apakah ada calon yang bener bener bagus dan credible ?

1. Aburizal Bakrie, walaupun diusung partai sebesar Golkar, masih punya liability dari kasus Lapindo, pembayaran pesangon Bakrie Insurance hingga gosip financial issue yang melibatkan perusahaan2 di bawah Bakrie Group.

2. Prabowo , one of the brightest general di masanya, anak begawan ekonomi dan lulusan West Point, sayangnya publik masih terus mengkaitkan namanya dengan peristiwa Mei 1998, salah satu dark pages dalam sejarah republik.

3. Surya Paloh dan Wiranto, well, saya gak tau seberapa besar chance mereka untuk kepilih jadi presiden, wong hasil survey nya aja single digit kecil.

4. Dari PDIP mungkin masih akan mencalonkan bu Mega, walapun IMHO, lebih baik bu Mega jadi “king maker” atau advisory saja.

5. Ada capres muda, tapi ngeselin, ya Farhat Abbas, but for sure I won’t vote him, in this life or next life.

So unless they allow Bu Sri Mulyani atau …Jokowi to run for presidency, we are only left with option “chose the least worst…”

So Why wasting another 5 years …. ?

Pilih politikus manapun, dia akan end up dengan politik dagang sapi karena supaya dia gak di goyang goyang ato usulannya di support, dia tepaksa haus bagi2 kursi, dari kementrian, dirjen hingga ambassador and these people, kalo sukses gasak kiri kanan tanpa ketauan langsung kaya raya ,kalo ketangkep ya end up di hotel prodeo.

Saya ngasih ide ekstrim, why not hire a professional for president.

Betul jabatan presiden adalah simbol negara, but i rather have a professional CEO as president ketimbang crook politician yang gonna ruin this country deeper. Di Indonesia banyak stok CEO bagus : @handryGE , Darwin Silalahi, @sandiuno ato Emirsyah Satar

Dengan hiring professional as President, MPR bisa jadi shareholder nya, presiden dari kalangan professional mungkin bisa lebih netral dan apolitik, KPI nya pun bisa di bikin jelas, lha, saya malah gak tau apa presiden RI saat ini ada KPI nya🙂

Karena yang di hire jadi presiden adalah professional, maka parameter sukses atau gagal nya bisa di ukur jelas dan transparant, kalau sukses dikasih bonus besar, kalau gagal bisa di kasih SP atau di ganti tanpa perlu nunggu next election, yang penting target KPI nya clear dan make sense.

Kalau mungkin ada yang punya concern apakah CEO kotporat mampu nangani kompleksitas mimpin negara, saya kasih ide lebih ekstrim lagi, mari kita hire dari external, kan banyak tuh mantan presiden bagus yang masih fit,

sayang Lee Kwan Yew udah terlalu uzur, kalau beliau masih di umur 60an saya rasa bisa jadi good candidate untuk presiden RI, ex PM Inggris Tony Blair juga lumayan bagus, Nelson Mandela juga not bad. Kalau UU kita memperbolehkan kita hire expat untuk presiden, my first choice adalah Clinton atau …. Kita ambil Obama sekalian.

Belum pernah ada kejadian dimana pemilu di Amerika Serikat di pernatikan dengan seksama oleh warga negara Indonesia

Pada pemilu tahun 2008, tepat nya 5 November 2008 malam, mengambil tempat di Bellagio Mall, Mega Kuningan, Jakarta perayaan kemenangan Obama dirayakan dengan meriah terutama oleh anggota Group Indonesia for Obama.

Sama hebohnya pas pilpres Amerika kedua tahun lalu, . Kemenangan Obama sebagai Presiden Amerika Serikat disambut meriah di Indonesia. Nampaknya masyarakat (Indonesia) terbawa romantisme masa lalu bahwa obama pernah tinggal beberapa tahun di Jakarta, bahkan bersekolah di sebuah sekolah negeri, tepatnya SDN 01 Menteng.

Terlebih Obama yang memiliki nama tengah “Husein” mempunyai ayah kandung dan ayah tiri yang beragama Islam, agama yang di anut oleh mayoritas penduduk negeri ini. Maka Masyarakat menunjukkan ekspektasi yang besar tehadap terpilihnya Obama untuk yang kedua kalinya ini, Seolah Obama akan memberikan kontribusi positif untuk memecahkan berbagai problem dunia masa kini., khususnya Indonesia.

Well, ketimbang kita cuma bisa nge fans dari jauh, why not sekalian kita hire Obama for Indonesia President ? Sukur sukur kalo dia mau di naturalisasi seperti beberapa pemain bola kita, so we can have a good president without breaking UUD kan🙂

Think about it !

20130512-225656.jpg

20130512-225714.jpg

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Opinion and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s