Menjadikan Brand Indonesia Regional Champion

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sudah nyaris di depan mata, mau tidak mau para pemasar Indonesia harus bersiap, baik mempertahankan market share nya di Indonesia dari serbuan produk negara ASEAN lainnya, maupun bersiap memanfaatkan kesempatan untuk memperbesar kue bisnis dengan menyerbu ke pasar negara ASEAN lainnya.
Ketimbang bersikap pesimis takut serbuan dari negara lain atau komplain ke pemerintah mengapa mau saja di ajak bikin Free Trade Area, mari kita bersikap optimis melihat berbagai kesempatan untuk lebih bertumbuh memanfaatkan pasar bebas ASEAN 2015 ini.
Mengapa kita harus optimis bahwa Pasar Bebas ASEAN 2015 bukanlah ancaman namun justru sebuah kesempatan untuk memperbesar kue bisnis ?
1. Populasi penduduk ASEAN yang besar
Kalau kita hanya berkutat melihat pasar dalam negeri, yang kita lihat hanyalah ceruk pasar 250 juta orang, dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomj ASEAN 2013, angkanya langsung berlipat dari hanya memandang pasar 250 juta penduduk Indonesia menjadi lebih dari 600 juta penduduk ASEAN. Ini adalah pasar yang luar biasa besar
2. Pertumbuhan ekonomi yang pesat
Dari statistik dan berbagai hasil riset terbukti kawasan ASEAN adalah kawasan dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia, walaupun dalam data statistik tercantum pertumbuhan ekonomi berkisar 4% – 7%, namun kalau kita melihat pertumbuhan bisnis produk produk konsumen dari otomotif ke sabun mandi hingga mi instan, pertumbuhan bisnis tiap tahunnya sangat fantastis dua digit 12 – 18%, pertumbuhan sebesar ini mungkin cuma bisa di samai oleh pertumbuhan bisnis di Cina satu dekade lalu. Tentu aja ini membuka mata lebar lebar korporat korporat multinasional yang biasanya fokus menggarap pasar Eropa, Amerika, Jepang atau RRT, kini justru berbondong bondong menggelontorkan jutaan dollar investasi baik membuka pabrik, menambah mesin produksi maupun bujet pemasaran untuk menggarap pasar ASEAN.
Dari segi kesejahteraan negara boleh di bilang ASEAN termasuk kawasan yang cukup makmur dan akan terus berkembang, diluar Kamboja dan Laos secara umum GDP negara negara ASEAN sudah di atas USD 2.000, Indonesia sudah di level USD 4.000, untuk Malaysia, Singapura dan Brunei malah GDP nya sudah di atas USD 10 ribu. Ini artinya kemampuan daya beli penduduk ASEAN sudah termasuk baik.
3. Tingkat konsumerisme yang tinggi
Pesatnya pertumbuhan ekonomi di ASEAN secara otomatis berefek pada perbaikan kesejahteraan penduduk. Lahirnya banyak OKB – Orang Kaya Baru di kawasan ASEAN ini membawa implikasi pada naiknua tingkat konsumerisme. Saat ini diperkirakan jumlah kelas menengah penduduk ASEAN sudah di atas 160 juta orang, ini pasar yang besar sekali, untuk luxury product sekalipun. Tinggal bagaimana marketer Indonesia mampu memanfaatkan peluang pasar yang besar ini untuk memajukan perusahaan dan brand nasional.
Dengan melihat fakta fakta di atas, pertanyaan selanjutnya adalah apa produk Indonesia yang bisa laku di jual ke negara negara ASEAN lainnya ?
Dari pengalaman saya satu dekade tinggal dan bekerja di berbagai negara di ASEAN, di luar produk strategis seperti migas dan pertambangan, saya melihat banyak sekali opportunity yang bisa di manfaatkan perusahaan perusahaan Indonesia untuk melebarkan sayap bisnisnya ke negara negara ASEAN lainnya.
Untuk Produk konsumen, local champion seperti Wings, Mayora, Indofood sudah membuktikan bahwa produk nasional bisa masuk dan bahkan jadi champion di negara lain. Produk sabun mandi, pembersih rumah dan deterjen dari Wings sudah beberapa tahun terakhir menjadi salah satu penguasa pasar di Malaysia dan Filipina. Indofood sudah sejak lama meng ekspor produk Indomie ke negara negara ASEAN, Mayora dengan Kopiko dan Beng Beng sudah lebih dari satu dekade menjadi penguasa pasar permen kopi dan wafer coklat di Thailand , Filipina, Malaysia dan Vietnam. Dua pemain besar kosmetik nasional Martha Tilaar dan Mustika Ratu juga tidak kalah bersaing memperebutkan kue bisnis di Malaysia dan Thailand. contoh contoh In membuktikan kualitas produk Indonesia dapat diterima dengan baik di negara ASEAN lain.
Mungkin tidak banyak yang tau kalau Indonesia merupakan salah satu negara peng ekspor Produk obat obatan dan jamu terbesar di ASEAN, local champion seperti Kalbe Farma, Dexa , Sido Muncul sudah lebih dari satu dekade ini menancpkan kuku di hampir semua negara ASEAN, bukan hanya dalam bentuk trading, namun juga membuka kantor perwakilan.
Produk bahan bangunan dan kertas dari Indonesia seperti semen dan keramik lantai sudah lama di pasarkan di negara negara ASEAN, produk kertas dan buku tulis dari pabrik kertas Indonesia malah mendominasi pangsa pasar di banyak negara ASEAN
Walaupun kita masih di bawah Thailand dalam urusan ekspor hasil Produk pertanian dan hasil bumi, namun saya kira kalau kita manage dengan baik dan di dukung pemerintah dan semua pihak, Indonesia punya kesempatan besar untuk jadi nomer satu di banyak hasil bumi mulai dari komoditi minyak kelapa sawit, kopi, lada, dan lain lain.
Selain komoditas untuk ekspor, Pertumbuhan kesejahteraan masyarakat Juga akan membawa dampak positif dalam pertumbuhan Turisme, lebih dari 100 juta kelas menengah ASEAN di luar Indonesia bisa jadi pasar yang sangat besar untuk di garap industri turisme termasuk kuliner, shopping, hotel dan maskapai Indonesia.
Masih banyak lagi business opportunity yang bisa di garap dari industri kerajinan tradisional, kuliner, industri kreatif hingga industri berbasis teknologi dan internet.
Dengan besarnya pasar yang harus dilakukan marketer Indonesia adalah memilih pasar mana yang mau di masuki, produk apa yang cocok di pasarkan di negara yang menjadi target market, bagaimana selera konsumen lokal disana, apakah pricing product kita akan competitive disana dan lain lain.
Setelah ketemu market insight nya, barulah dibuat road map nya, tentukan model distribusinya apakah lewat trader atau membuka perwakilan di negara itu. Lalu buat strategi komunikasi nya, apakah hanya mengandalkan trade promo atau mau langsung full investment di Above The line campaign, dan seterusnya.
Dari pemaparan saya di atas, harapan saya adalah rekan rekan marketer bisa melihat bahwa Era Masyarakat Ekonomj ASEAN 2015 adalah sebuah business opportunity. Melakukan penetrasi ekspor ke negara negara ASEAN bisa jadi batu pijakan dan tempat pembelajaran yang sangat baik sebelum masuk ke level Asia atau menyerbu pasar Eropa / Amerika. Dari sisi business risk dan management control juga relatif managable, karena letaknya toh masih tetangga, penerbangan ke negara ASEAN terjauh terjauh masih bisa di tempuh dalam 4 jam dari Jakarta
Informasi tentang kesempatan bisnis ke negara negara ASEAN bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah networking. Nah, Jakarta Marketing Week yang di adakan oleh Markplus & Co menjadi salah satu tempat yang pas untuk bertemu dan sharing di antara para pemasar. Di event Marketing Week ini para marketer juga bisa belajar dari para pembicara workshop yang nota bene adalah para praktisi bisnis top nasional.
Jakarta, 2 Mei 2013
Gabriel Montadaro
Twitter : @GmontadaroImage

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Business, Opinion and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s