Tips Managing top Talents

ImageMenarik baca twit pak @Rhenald_Kasali tentang #Talent atau saya sebut sebagai Star Performer. Hampir di setiap grup, institusi atau perusahaan ada #Talent atau Star Performance ,someone who always delivers what’s expected.

Betul kata pak @Rhenald_Kasali , org yg bisa menjadikan #talent sbg Power adalah mrk menyadari “talent is never enough”. Hanya orang yang menyadari #Talent nya yang bisa memaksimumkan kemampuannya, talent juga perlu di asah dan di uji. #Talent butuh perseverance sehingga tahan uji, tidak cari jalan pintas sehingga tidak solid.

Cuma seringkali karyawan ber #talent tinggi atau Star Performance malah susah di atur , Do you see similar pattern in ur organization ?

Saya sering ketemu Super Salesman ber #Talent tinggi tapi jabatannya gak naik2, bertaon2 tetep salesman…Tanya knapa ?

Jaman saya kerja di Heidelberg, ada bbrp Super Salesman #Talent tinggi, sampe saya jadi Manager, mereka tetep salesman walau udah senior. Apparently, walaupun Super Salesman #Talent hebat jualan, tapi sulit di atur sehingga Top Management gak pernah mau promote mereka.

Jaman saya kerja di W*ngs dulu, ada salah satu Marketer top #talent yg cerdas, namun karena gayanya yg agak snob, karirnya mentok.

Ketika saya di company Ph*l*ps, ada Sales Manager dgn #Talent bagus, akhirnya harus “minggir” karena susah diajak kolaborasi. Yang menyedihkan, ada beberapa top #Talent marketer maupun director yg harus tersingkir karena prilaku yang tidak sesuai value company. Saya juga sempet put one of top #Talent promotion managers in jail karena ketauan kong kalikong dengan biro iklan, sharing profit !

di klub olah raga banyak top #Talent bagus dan umumnya susah di atur kan … Ayo teman2 sebutin contohnya …ada banyak kok .. Dennis Rodman , si cacing merupakan salah satu Top #Talent di NBA dan juga paling sulit di atur … Manchester United pernah punya “King” Eric Cantona, top #Talent yang juga sulit di atur kan ,Wayne Rooney dulunya juga bengal

Saya gak bilang jangan punya Top #Talent di organisasi lho ya, di jaman hyper competitive era gini , you definitely need Top Talents. Perusahaan harus terus menerus mencari dan retain Top #Talent as it is one of competitive edge …but ….company juga harus make sure para Top #Talent itu add value dan bisa align dengan corporate value dan Code of Conduct.

In my current organization, saya juga terus menerus mencari, me recruit, memupuk dan me retain para Top #Talent, dan harus di akui para Top #Talent ini brilyan and i can sleep and eat well knowing they will deliver the expected result. Dan seperti juga Top #Talent lain yang sadar kelebihan mereka, they tend to be obnoxious, agak snob dan karepe dewe

buat saya, managing Top #Talent ini adalah seni, but i have to work hard juga to gain their respect ,title means nothing to them! How to manage Top #Talent ? ….terutama yang tipe rebellion … :

  • First, kasih para Top #Talent ini panggung dan ruang, jangan di micro manage, tell your expectation clearly. Don’t tell Dolphin how to Swim nor telling Lions how to hunt, udah keahlian top #Talent, kasih ruang, let them surprise you with result.
  • Kalo top #Talent salah langkah, kasih tau baik2 ,do it one on one, Top #Talent biasanya ego centris, focus on problem not the person. Jangan keliatan meng anak emaskan top #Talent ,ini akan merusak kebersamaan dalam organisasi dan team work
  • Second, Develop top #talent , Bakan perlu di develop agar terus berkembang
  • Third, Kasih Direction, #talent tanpa direction akan mislead and counter effective, dengan direction yang benar si top Talent akan deliver the expected result with the right business process
  • Fourth, control , kalo kerjanya benar, control from distance, tapi kalo udah mulai ngaco, perlu control up close and Personal
  • Fifth, Reward them kalau resultnya bagus dan positive, but jangan over reward sehingga membuat gap dengan team lainnya, always praise as a group work.

Kalau Top #Talent susah di atur dan makin ngeselin atau merusak kerjasama dalam organisasi, langsung aja talk to the person. Minta top #Talent itu merubah behavior, boleh juga pake 360 degree assessment tool biar dia bisa liat penilaian kelompok. ajak dia ngobrol hati ke hati dulu, banyak top #Talent dgn personal issue, dari galau hati sampe childhood trauma. Bisa juga kirim top #Talent itu ke training soft skill atau inter personal skill.

Saya sih lebih mendahulukan kepentingan organisasi, kalau top #Talent gak bisa align atau kolaborasi, just let go. Buat saya, no matter how brilliant top #Talent is, tolerating arrogant behaviour can end up destroying company culture in the long run. Just let go, the risk of losing top #Talent is there, well, cari dan recruit lagi yang baru, you must always have a pool of top talents. At the end of the day, your decision will always be for greater good kan

 

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Business and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Tips Managing top Talents

  1. indiraabidin says:

    Gab, mungkin di sini maksudnya top talent adalah yang IQ nya top. Top talent yang benar-benar top menurutku harus juga punya EQ yang top juga, dan pandai membawa diri, passionate, dan akhirnya mampu melejit sendiri, no matter what. Setuju dengan “treatment” di atas. Buatku yang penting adalah dreams. How far they want to go. Sebagai leader aku tempatkan diriku sebagai dream maker dan dream shaper, membantu mereka menggapai impiannya. Saat mereka menang, organisasi pun akan maju terbawa oleh mereka. Sukses terus ya Gab. May Allah bless you.

    • Hello Indira, kebetulan saya banyak menemui top talents yang work performance, skill dan EQ nya bagus, well, orang gak akan jadi Top Talents kalau EQ nyanjelek bukan.

      Permasalahannya adalah seringkali para Top Talent ini, terutama yg sadar kalau dia hebat, berubah attitude nya, yang tadinya “anak manis” menjadi snob dan tidak disiplin bahkan kadang ada kecendrungan destruktif.

      Inilah yang mnurut saya Talent yg perlu “dibenerin” supaya kembali ke khittah, kalau gak bisa bener juga, then we probably have to let the person go, for greater good

  2. Roy Sembel says:

    Agree, top (high skilled) talent can produce high return for organization but can also cause high risk if we cannot handle them well. They are hired because of their skills but many of them are fired because of their attitude. Managing top talent is not just about monetary incentives, but also about other incentives: freedom, appreciation, challenge, etc.
    Very good article.
    Rgds,
    Roy Sembel (Twitter : @ProfRoySembel)

    • Thanks Prof for your comment, it’s an honor for me knowing you read my writing. I enjoy sharing, if in future you need guest speaker for your class, I will be more than happy to share experience, especially in area International business, Marketing and human resource, cheers Gabriel

  3. alchemuss says:

    Reblogged this on alchemus talent management and staffing solutions and commented:
    Alchemus on demand talent management and workforce management solution is an innovative web based solution that can be used for all your staffing needs. Alchemus automates and streamlines all the key business processes that organizations use to access, hire and manage their workforce, making the whole process of hiring a simple and effective process.

    Alchemus also integrates the various business functions of your organization that increase productivity, reduce costs, acquire and retain talent. It improves your efficiency to give you maximum business advantage over your competition. As the key processes become automated, your turn-around time becomes shorter, enabling you to have an edge over the competition.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s