Tour De SumBar – Part 2 – Ngarai Sianok and Bukit Tinggi

Tiba di Bukit Tinggi di sambut pelukan udara dingin, cuaca sekitar 18 derajat celcius. Di Bukit Tinggi banyak pilihan penginapan mulai dari hostel dan hotel kelas zmelati sepanjang Kampong Cina hingga Jl. A.Yani. Kalau punya budget lebih bisa memilih antara hotel Rocky yang relatif baru atau Hotel The Hills yang berasitektur campuran Minang dan Mediterania.

Kebetulan saya di book di Hotel The Hills. Ini hotel dulunya di manajemen oleh Novotel dan konon milik pengusaha Arifin Panigoro. Selain karena arsitekturnya yang keren banget, lokasinya startegis banget, 5 menit jalan kaki ke Jam Gadang, Museum Bung Hatta dan Pasar Atas dan 15 menit jalan ke area Fort De Kock.

Kamarnya bersih, kalo ambil kamar yang di lantai 4, itu top floor bisa dapet view bagus Gunung Merapi. Kelemahan hotel ini cuma gak ada gym dan wifi lemah banget :)

20130707-231039.jpg

20130707-231147.jpg

20130707-231309.jpg

Abis lunch langsung cabut menuju Ngarai Sianok yang merupakan lokasi wajib kunjung karena pemandangannya yang spektakuler. Ngarai Sianok yang dalam jurangnya sekitar 100 m ini, membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m, dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan Semangko), untuk yang suka sejarah bisa sekalian mampir ke Goa Jepun yang di buat semasa Perang dunia kedua.

20130707-231532.jpg

Kalau udah selesai menikmati indahnya panorama Ngarai Sianok, jangan lupa mampir icip kuliner lokal Itiek Ladi Mudo, bebek muda dengan cabe ijo.

20130707-231724.jpg

Gak terasa udah sore, kembali ke kota Bukit Tinggi, nyamperin Jam Gadang. Sedemikian fenomenalnya bangunan menara jam bernama Jam Gadang itu pada waktu dibangun, sehingga sejak berdirinya Jam Gadang telah menjadi pusat perhatian setiap orang.

Tidak banyaknyang tau kalau Mesin Jam Gadang diyakini hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur
(Sekretaris Kota).

Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13×4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi markah tanah atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).

Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.

Di masa sekarang area sekitar Jam Gadang rame banget, bener bener tempat ngumpul masyarakat dari segala lapisan, lengkap dengan pedagang dan orang2 yang cari makan dengan memakai kostum, foto dengan mereka per orangnya 5000 perak :)

20130707-231948.jpg

Untuk yang suka museum bisa mampir ke rumah Bung Hatta di depan Jam Gadang, kalau suka belanja bisa mampir ke pasar atas

To be continued to Part 3 ….

About Gabriel Montadaro

Vice President in one of Multinational companies by day and Night Rider After Dark, A humble servant of God, a curious Traveller, hopelessly romantic, You talk - I listen
This entry was posted in Travelling and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tour De SumBar – Part 2 – Ngarai Sianok and Bukit Tinggi

  1. Nice info about Bukit Tinggi, surely i will be back

  2. riyansabri says:

    wah, postinganya keren da, keep posting y :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s